Maret 11, 2008 pada 2:24 am (Mutiara Hikmah)
Abu Kabshah bercerita bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:
“ Manusia itu terbagi empat macam di dunia ini: seorang hamba yang Allah berikan kekayaan dan ilmu agama, lalu ia bertakwa kepada-Nya dengan apa yang ia miliki, senantiasa memberi sanak saudaranya dan mengetahui hak-hak Allah dalam hartanya itu, maka inilah sebaik-baiknya derajat manusia. Dan seorang hamba yang Allah berikan ilmu tapi tidak diberi harta, segala niatnya tulus ikhlas dan dia berkata, “Jika aku memiliki harta aku akan melakukan seperti (hamba yang kaya dan berilmu tadi) maka dia akan diberi pahala sesuai dengan niatnya, maka pahala kedua orang tersebut sama. Dan seorang hamba yang Allah berikan kekayaan, tapi tidak diberikan ilmu pengetahuan, lalu ia merasa bingung dan menghabiskan kekayaannya tanpa berdasarkan ilmu; dia tidak takut kepada Tuhannya berkenaan dengan hal itu, dan tidak memberi sanak saudaranya, juga tidak mengetahui hak-hak Allah dalam hartanya. Maka inilah seburuk-buruknya derajat manusia. Dan seorang hamba yang tidak diberi harta dan pengetahuan, lalu ia berkata, “Seandainya aku kaya maka aku akan melakukan ini dan itu (seperti macam manusia yang ketiga).” Maka ia akan dinilai berdasarkan niatnya dan beban kejahatan mereka berdua adalah sama.”
Tinggalkan sebuah Komentar
Maret 11, 2008 pada 2:22 am (Intra Personal Skill)
Selalu ada Jalan!*
“Where there is a will, there is a way,” demikian kata orang. Terdengar klis? Ah, nggak juga. Karena sebenarnya, dengan kata-kata itulah harusnya kita terus bersemangat untuk mencapai sesuatu. Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan
Maret 11, 2008 pada 2:03 am (Intra Personal Skill)
Berani Coba?!
Memulai adalah sesuatu yang sulit. Ya, benar-benar sulit seperti yang kita alami saat ini. Apapun setiap permulaannya selalu saja sulit. Untuk mulai mengerjakan tugas, sulit, karena malas. Untuk mulai bekerja pertama kali, sulit, karena merasa nggak punya pengalaman. Dan banyak lagi yang kita katakan sulit, sulit dan sulit… Baca entri selengkapnya »
2 Tanggapan
Maret 9, 2008 pada 3:00 pm (Curhat Bersama Pa'e)
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Pa’e, to the point, saya mahasiswa DJ semester satu, sepertinya semester ini saya mau cuti karena orang tua sedang kesulitan dana untuk membayar BPP semester genap 2007-2008. Adik-adik saya masih ada tiga orang dan sedang membutuhkan biaya sekolah juga, jadi saya harus mengalah dengan cuti dan mungkin juga akan off selamanya. Sedih juga sich, namun gimana lagi. Memang DJ apa tidak memberikan beasiswa kepada mahasiswanya ya pa’e? Trims atas jawaban pa’e
Wassalam
AM (STIE DJ) Baca entri selengkapnya »
1 Tanggapan
Maret 9, 2008 pada 2:17 pm (Numpang Ngiklan)
Latar Belakang
Pendidikan sepanjang hayat memiliki nilai tinggi di kalangan kaum muslim. Upaya mencari ilmu pengetahuan merupakan tugas atau kewajiban bagi setiap muslim pria ataupun wanita. Nabi mengatakan, tinta para pelajar setara dengan darah para syuhada di Hari Pembalasan kelak. Dengan demikian, para aktor dalam proses belajar-mengajar, guru dan murid, dipandang sebagai orang-orang terpilih dalam masyarakat dan telah termotivasi secara kuat oleh agama untuk mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan mereka. Hal ini sejalan dengan ayat Alquran yang mengatakan, “Tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat memberi peringatan.” (Alquran, 9:122). Baca entri selengkapnya »
1 Tanggapan
Maret 9, 2008 pada 12:48 pm (Intra Personal Skill)
Tags: Interpersonal Skill
Memaknai hidup, pastinya banyak diantara kita yang sering mengeluhkan bahwa hidup itu sulit, karena seringnya kegagalan-kegalan dalam hidup. Ada yang kemudian pasrah, apatis tidak pernah lagi berusaha dan mencoba menjalani hidup yang penuh dengan dinamika ini. Namun banyak juga yang tetap optimis dan penuh keyakinan untuk bangkit dari kegagalan-kegalan tersebut, mereka meyakini bahwa kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda (bila kita mau mencobanya lagi dan mengevaluasi tentunya
yaiyalah) Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Maret 8, 2008 pada 3:39 pm (Mutiara Hikmah)
Tags: Mutiara Hikmah
Rabiah al-Adawiyah, The Mother of The Grand Master
Seberkas cahaya memancar dari bayi yang baru saja dilahirkan tanpa bantuan siapa-siapa. “Ya Allah,” seru Ismail, “anakku, Rabiah, telah datang membawa sinar yang akan menerangi alam di sekitarnya.” Lalu Ismail menggumam, “Amin.” Tetapi berkas cahaya yang membungkus bayi kecil itu tidak membuat keluarganya terlepas dari belitan kemiskinan…. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Maret 8, 2008 pada 3:29 pm (Mutiara Hikmah)
Tags: Mutiara Hikmah
Hasan Al Basri
Pada malam Jum’at, di awal Rajab tahun 110 H, Hasan AlBasri memenuhi panggilan Robbnya. Ia wafat dalam usia 80 tahun. Penduduk Basrah bersedih, hampir seluruhnya mengantarkan jenazah Hasan AlBasri ke pemakaman. Hari itu di Basrah tidak diselenggarakan sholat Ashar berjamaah, karena kota itu kosong tak berpenghuni…. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Maret 8, 2008 pada 3:01 pm (Mutiara Hikmah)
Tags: Mutiara Hikmah
Umar bin Abdul Aziz: Anak yang dimimpikan
“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Toh insya Allah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya. “Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rabb dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak….. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Maret 8, 2008 pada 2:53 pm (Antar Personal Skill)
Tags: Antar Personal Skill
Islam Sebagai Ajaran Persaudaraan
Talk Show – JIE. Persaudaraan merupakan prinsip agama (Islam). Bahwa Islam menegaskan akan ajaran persaudaraan. Persaudaraan dalam arti luas (unlimited) , ingin menegaskan akan persaudaraan lintas batas yang didasarkan atas nilai kemanusiaan. Inilah yang menjadikan agama lebih bermakna. Persaudaraan seperti inilah, persaudaraan kemanusiaan (al-ukhuwwah al-insâniyyah) , yang menjadi simpul pengikat semua jenis persaudaraan. Dengan implementasi prinsip persaudaraan kemanusiaan inilah, konflik antar umat seagama, atau antar umat beragama, antar suku, ras dan seterusnya, bisa diminimalisir semaksimal mungkin. Karena pada prinsipnya, mereka semuanya adalah bersaudara. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar