“Where there is a will, there is a way,” demikian kata orang. Terdengar klis? Ah, nggak juga. Karena sebenarnya, dengan kata-kata itulah harusnya kita terus bersemangat untuk mencapai sesuatu.
Yach, di mana ada kemauan, di situ pasti akan ada jalan! Kalimat penyemangat itu sering kugunakan untuk mencapai sesuatu. Hasilnya? Nggak jelek karena segala sesuatu yang kita raih, awalnya kan, Cuma keinginan. Jadi, ketika semangatku mulai melemah, kubaca kalimat itu berulang-ulang hingga akhirnya aku sadar dan kembali bersemangat.
Joanne Kathleen Rowling semenjak kecil emang punya keinginan kuat untuk menjadi seorang penulis. Biar pun dihimpit kesulitan ekonomi, ia terus berjuang menyalurkan hobi menulisnya.
Diceritakan kalo dia sering menulis di sebuah kafe yang memiliki pemanas ruangan sambil menunggui anaknya, Jessica yang tidur terlelap. Ia melakukan hal ini karena kontrakkannya sempit dan dingin, jelas bukan tempat yang nyaman untuk menuangkan sebuah inspirasi.
Beruntung pemilik kafe memperbolehkannya menulis meskipun hanya memesan secangkir kopi dan segelas air. Dari usahanya, lahirlah sebuah novel fenomenal, Serial Harry Potter, bocah penyihir rekaannya.
Tanpa diduga sebelumnya, novel tersebut ternyata laku keras karena disukai para pembaca. J.K Rowling benar-benar telah “menyihir” pembaca seluruh dunia untuk membaca karyanya.
Bahkan, novelnya tersebut sudah berhasil difilmkan. Semua orang bias menikmati karyanya. Kini, ia hidup berkecukupan dengan sejumlah kekayaan yang hamper menyamai kekayaan Ratu Inggris, Elizabeth II. Wuaaaah……!!!
Dari kisah tadi, kita bias belajar. Ketika niat sudah tertancap di dada, jangan tunda untuk segera dilakukan. Niat yang terus menerus ditunda akan menjadi luntur.
“Berjalan saja dulu, nanti kamu bakal menemukan jalan sambil berjalan,” begitu kata Pak Mohammad Natsir, Perdana Menteri Indonesia di zamanya Bung Karno. Jangan tunggu hari esok, jika ada hal yang bias kamu kerjakan hari ini!
Pepatah terkenal ini hanya akan menjadi tulisan nggak berguna jika nggak direalisasikan dengan tindakan nyata.Itu saja. Walaupun Cuma kecil dan sepertinya nggak berarti.
Eitss….. tunggu dulu! Bukankah sesuatu yang besar bermula dari yang kecil? Edikit pekerjaan yang kita lakukan, tetapi terus menerus itu jauh lebih baik daripada borongan, setelah itu plasss…… berhenti! Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi …… bukit!
* disadur dari Hidup Tanpa Masalah
ubay berkata,
Maret 23, 2008 pada 6:14 pm
maaf pa’e bukunya belum dibalikin, hehehe. tp bukunya masih sehat2 aja koq,cuma belum disampul
sapta berkata,
Maret 23, 2008 pada 10:53 pm
assalamu’alaikum pa’ anto (pa’ E)
thats right, ya kudu percaya n yakin aja bahwa Allah pasti berikan jalan yang terbaik buat mahlukny yang pandai bersyukur.
wassalam…